Cuaca Ekstrem di Sikka: Tower Radio Polri Roboh hingga Pohon Reo Berukuran Besar Tumbang

- 14 Maret 2024, 21:35 WIB
Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Sikka, NTT.
Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Sikka, NTT. /Irma Roswita/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah Kabupaten Sikka, dalam beberapa hari terakhir ini menimbulkan dua ‘bencana’ di lokasi yang berbeda dalam sehari, Kamis, 14 Maret 2024.

Pada Kamis pagi, diinformasikan jika Tower Radio Inventaris setinggi 72 meter milik Polres Sikka ambruk hingga menimpa rumah warga, sekitar pukul 06.00 WITA di Dusun Nirulero, Desa Riit, Kecamatan Nita.

Kasie Humas Polres Sikka, AKP Susanto, membenarkan kejadian tersebut. “Rumah yang tertimpa milik Saudara Kasianus Tibo, usia 42 tahun, bekerja sebagai petani, sedangkan rumah di sampingnya tidak mengalami kerusakan,” ungkap AKP Susanto, Kamis, 14 Maret 2024.

Baca Juga: Wajib Diketahui! Mulai April 2024 Pemerintah Siap Terapkan 'Cuti Ayah', Apa Itu?

Terpisah, angin kencang di Kabupaten Sikka pun ‘berhasil’ merobohkan sebatang pohon reo berukuran besar, yang berada persis di sisi jalan lintas Maumere-Larantuka.

Pantauan media ini, Kapolsek Waigete, IPTU I Wayan Artawan bersama anggota Polsek Waigete dan masyarakat sekitar melakukan pembersihan dahan dan ranting pohon dengan menggunakan parang dan sensor.

Tumbangnya pohon tersebut, kata Kapolsek Waigete, menyebabkan kabel telepon milik Telkom Maumere mengalami kerusakan, dan arus lalu lintas dari dan ke Maumere-Larantuka mengalami kemacetan sekitar 1 kilometer.

Baca Juga: Rumah Tertimpa Tower Radio Polri yang Tumbang, Warga Desa Ri’it-Sikka Mengungsi ke Hunian Tetangga

“Setelah ranting pohon reo tersebut berhasil dibersihkan, akses jalan raya atau arus kendaraan mulai terbuka dan kendaraan dari dan ke Maumere- Larantuka mulai berjalan normal,” ucap Kapolsek Waigete.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah