Demo di Sikka Ricuh, Massa Aksi PMKRI dan Polisi Terlibat Bentrok

- 13 Mei 2024, 17:31 WIB
Bentrok antara massa aksi PMKRI Maumere dan kepolisian Polres Sikka, Senin (13/05/2024).
Bentrok antara massa aksi PMKRI Maumere dan kepolisian Polres Sikka, Senin (13/05/2024). /Marsel Feka/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Aksi demontrasi oleh PMKRI Maumere sempat diwarnai oleh kericuhan, Senin, 13 Mei 2024 siang. Kericuhan terjadi disinyalir bermula dari ketidakpuasan massa aksi yang tidak diizinkan masuk untuk bertemu dan beraudiensi dengan Kapolres Sikka, AKPB Hardi Dinata.

Adapun aksi yang digelar di halaman Mapolres Sikka tersebut terkait kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di Sikka belum lama ini. Massa aksi mempertanyakan perkembangan kasus tersebut, sembari mendesak Kapolres Sikka agar segera menetapkan tersangka.

"Hei kalian jangan tertawa, jangan pikir kami yang datang orang jahat, kami ini mahasiswa intelektual yang memperjuangkan masalah kemanusiaan," ungkap salah satu orator massa aksi.

Di tengah situasi yang kian memanas, perwakilan PMKRI Maumere pun bernegosiasi dengan pihak kepolisian untuk diizinkan masuk dan beraudiensi dengan Kapolres Sikka.

Hasil negiosiasi pun terjawab, namun hanya lima orang yang diizinkan masuk. Merasa tidak dihargai ditambah kepanasan di jalan akibat sengatan matahari, massa aksi lalu membakar ban sebagai bentuk ungkapan kekesalan mereka terhadap jawaban dari pihak kepolisian.

Ban yang dibakar massa aksi PMKRI Maumere saat demontrasi di depan Mapolres Sikka, Senin (13/05/2024).//
Ban yang dibakar massa aksi PMKRI Maumere saat demontrasi di depan Mapolres Sikka, Senin (13/05/2024).// Marsel Feka/FLORESTERKINI.com

"Kami ingin semua massa aksi ikut masuk ke dalam, tidak boleh hanya perwakilan saja, karena kami hadir secara resmi dan terhormat. Masa kami harus kepanasan di jalanan seperti ini?" kata salah seorang orator massa aksi dengan nada kesal.

Tak berselang lama, aksi dorong-mendorong pun terjadi, bahkan sampai terjadi adu jotos antara massa aksi dengak pihak kepolisian. Akibatnya, tiga orang massa aksi megalami luka goresan, bahkan baju yang dikenakan salah satu dari mereka robek akibat aksi kejar-kejaran, tarik-menarik, dan pukul-memukul dengan petugas polisi.

Meskipun demikian, kericuhan tersebut akhirnya berhasil diredam hingga audiensi bersama massa aksi pun digelar. Namun, audiensi tersebut tidak dihadiri Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata, dan hanya diwakili oleh Kasie Humas Polres Sikka, AKP Susanto. Kapolres Sikka saat ini sedang tidak berada di tempat atau tengah bertugas ke luar kota.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah