Pemeriksaan Mantan Wabup Flores Timur sebagai Tersangka Kandas, Ini Sebabnya

- 13 Mei 2024, 17:53 WIB
Kepala Kantor Cabang Kejari Flores Timur di Waiwerang, I Gede Indra Hari Prabowo, SH, MH.
Kepala Kantor Cabang Kejari Flores Timur di Waiwerang, I Gede Indra Hari Prabowo, SH, MH. /Dok. Ist./Ho-FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Rencana pemeriksaan mantan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017-2022 sebagai tersangka dalam perkara pengadaan Sistem Informasi Desa (SID) atau Internet Desa Tahun Anggaran (TA) 2018 dan 2019 tidak terlaksana.

Padahal sebelumnya, tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacab Kejari) Flores Timur di Waiwerang telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan hari ini, Senin, 13 Mei 2024.

Kacab Kejari Flores Timur di Waiwerang, I Gede Indra Hari Prabowo, SH, MH, tatkala dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp (WA), Senin, 13 Mei 2024 pukul 16.54 WITA, membenarkan kenyataan tersebut.

“Pemeriksaan tersebut tidak jadi terlaksana, lantaran tersangka APB tidak datang menghadiri pemeriksaan tersebut,” jelas I Gede Indra Hari Prabowo.

Kacab Kejari Flores Timur di Wawerang itu lebih lanjut menuturkan, tersangka APB melalui suratnya meminta kepada tim penyidik untuk menunda pemeriksaan dirinya, lantaran ia sedang menjalani beberapa urusan yang tidak bisa ditunda.

Karena sedang berhalangan dalam kesibukan yang tidak bisa ditunda, demikian I Gede Indra dalam penjelasan lanjutannya, mantan Wabup Flores Timur periode 2017-2022 itu lantas meminta agar pemeriksaan dirinya itu ditunda hingga dua minggu ke depan.

Menanggapi permintaan tersangka APB tersebut, tim penyidik Pidsus Kacab Kejari Flores Timur di Waiwerang lalu menjadwalkan kembali pemeriksaan APB sebagai tersangka pada Rabu, 22 Mei 2022 mendatang.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Pidsus pada Kacab Kejari Flores Timur di Waiwerang di Selasa, 7 Mei 2024, telah menetapkan mantan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017-2022 sebagai Tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan SID di Kabupaten Flores Timur TA 2018 dan 2019.

Penyematan status tersangka pada APB itu dilakukan pasca tim penyidik melaksanakan gelar perkara di Kantor Kejaksaan Negeri Flores Timur.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah