Demo Jilid 2! Dinilai Gagal Tangani TPPO, PMKRI Maumere ‘Geruduk’ Polres Sikka, Desak Kapolres Dicopot

- 13 Mei 2024, 22:10 WIB
Massa aksi PMKRI Maumere beradu argumen dengan kepolisian saat aksi demo, Senin (13/05/2024).
Massa aksi PMKRI Maumere beradu argumen dengan kepolisian saat aksi demo, Senin (13/05/2024). /Roswita Irma/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – PMKRI Sikka kembali turun ke jalan untuk yang kedua kalinya, dengan tuntutan aksi terkait penuntasan kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diduga melibatkan oknum berinisial 'YS' alias joker.

Pantauan media ini, Senin, 13 Maret 2024, massa aksi memulai unjuk rasa dengan melakukan long march dari Marga PMKRI Cabang Maumere menuju Polres Sikka, sembari melakukan orasi di sepanjang jalan.

Beragam spanduk tuntutan aksi dan atribut unjuk rasa turut mewarnai serangkaian aksi PMKRI Cabang Maumere tersebut. Salah satu spanduk tuntutan aksi berbunyi: 'COPOT KAPOLRES SIKLA!!! #GAGAL TOTAL'.

Baca Juga: Pemeriksaan Mantan Wabup Flores Timur sebagai Tersangka Kandas, Ini Sebabnya

Setibanya di depan halaman Polres Sikka, massa aksi melakukan orasi. Aparat keamanan juga tampak turut berjaga di depan pintu masuk. Suasana semakin memanas, massa aksi lantas membakar ban di jalan raya depan Polres Sikka.

Tak berhenti di situ, aksi dorong-mendorong antara aparat dan massa aksi terjadi di depan Mapolres Sikka. Bentrokan terjadi lantaran massa aksi tidak diperbolehkan memasuki Kantor Polres Sikka.

Massa aksi PMKRI Maumere saat aksi demo Jilid 2 terkait penuntasan kasus TPPO di Sikka, Senin (13/05/2024).//
Massa aksi PMKRI Maumere saat aksi demo Jilid 2 terkait penuntasan kasus TPPO di Sikka, Senin (13/05/2024).// Roswita Irma/FLORESTERKINI.com

Kornelis Wuli, Ketua PMKRI Cabang Maumere, mengungkapkan beberapa tuntunan dari unjuk rasa ini, yakni mendesak pihak Polres Sikka untuk memberikan kepastian hukum, baik kepada keluarga korban maupun para terduga perekrut atas kasus ini.

"Berlarut-larutnya kasus ini menimbulkan keresahan di masyarakat dan menimbulkan goncangan masalah baru antara pihak keluarga korban dan keluarga para terduga perekrut," ungkap Kornelis Wuli saat menyampaikan tuntutan aksi, Senin, 13 Mei 2024.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah