Aksi Demo di Sikka Ricuh: Jas dan Gordon Sekjen PMKRI Maumere Dirobek, Polisi Dilempari Batu

- 13 Mei 2024, 23:36 WIB
Bentrok antara anggota polisi Polres Sikka dengan massa aksi PMKRI Maumere, Senin (13/05/2024).
Bentrok antara anggota polisi Polres Sikka dengan massa aksi PMKRI Maumere, Senin (13/05/2024). /Marsel Feka/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Puluhan aktivis mahasiswa dari PMKRI Cabang Maumere menggelar aksi demo menuntut Polres Sikka segera menetapkan tersangka terkait kasus dugaan TPPO yang mengakibatkan Yodimus Moan Kaka, salah satu warga Desa Hoder, meninggal dunia.

Pantauan FLORESTERKINI.com di lokasi Senin, 13 Mei 2024 siang, aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan pasca adu argumentasi antara aktivis PMKRI Maumere dan pihak kepolisian Polres Sikka tidak menemukan titik temu.

Massa aksi mendesak masuk ke Mapolres Sikka untuk beraudiensi dengan Kapolres Sikka, namun dilarang aparat yang tengah berjaga-jaga di depan gerbang.

Baca Juga: Tim Hukum Gerindra Flotim Duga Penetapan APB sebagai Tersangka Bermuatan Politik, Siap Lapor ke Presiden

Mereka pun melanjutkan aksi dengan membakar ban di depan Mapolres Sikka, sebagai bentuk protes dan kekesalan karena tidak diizinkan untuk masuk ke Mapolres Sikka.

Dalam video rekaman yang dikantongi media ini, tampak dua orang aparat kepolisian Polres Sikka menarik jas dan gordon Sekjen PMKRI Cabang Maumere, Fabianus Rowa, saat kericuhan terjadi.

Dalam kericuhan tersebut, sebanyak empat orang aktivis PMKRI Maumere diamankan oleh pihak Polres Sikka, yakni Fabianus Rowa,Tedho Buru, Prasetyo, dan Ancis Wode.

Baca Juga: Pemeriksaan Mantan Wabup Flores Timur sebagai Tersangka Kandas, Ini Sebabnya

Ketua Presidium PMKRI Muemere Kornelius Wuli mengatakan, insiden jas dan gordon salah seorang pengurusnya yang dirobek aparat kepolisian Polres Sikka merupakan luka bagi organisasi PMKRI.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah