Anggap Bukti Materil Cukup, PMKRI Ultimatum Polres Sikka Tetapkan Tersangka TPPO dalam 3 Hari

- 14 Mei 2024, 10:09 WIB
PMKRI Maumere saat menggelar aksi terkait kasus dugaan TPPO di Kabupaten Sikka, Senin (13/05/2024).
PMKRI Maumere saat menggelar aksi terkait kasus dugaan TPPO di Kabupaten Sikka, Senin (13/05/2024). /Roswita Irma/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Aksi unjuk rasa terkait penanganan kasus dugaan TPPO yang diduga melibatkan oknum berinisial YS alias Joker, yang digelar PMKRI Maumere di depan Mapolres Sikka berlangsung ricuh, Senin, 13 Mei 2024.

Saling dorong dan kontak fisik antara mahasiswa dengan aparat kepolisian tak terbendung. Bentrok tersebut terjadi lantaran massa aksi PMKRI tak diperbolehkan memasuki Kantor Polres Sikka.

Usai dorong-mendorong, pihak Polres Sikka memberikan kesempatan kepada massa aksi untuk beraudiensi dengan Kasi Humas Polres Sikka, AKP Susanto, dikarenakan Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata sedang tidak berada di tempat.

Baca Juga: Ini Sejumlah Bansos yang Bakal Cair di Bulan Mei 2024, Lengkap dengan Panduan Cara Mengeceknya

Dalam audiensi tersebut, Ketua Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, Kornelis Wuli, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat, lantaran ia menilai penanganan kasus dugaan TPPO oleh Polres Sikka terlalu bertele-tele.

“Apakah sudah ditunggangi oleh beberapa oknum ataukah sudah disuap, hari ini kami membuktikan bahwa benar kami ditunggangi, ditunggangi atas dasar kepentingan masyarakat, ditunggangi atas dasar masalah kemanusiaan," kata Ketua PMKRI Maumere saat beraudiensi di lobi Mapolres Sikka, Senin, 13 Mei 2024.

Kornelis mewakili PMKRI Cabang Maumere lantas memberikan ultimatum kepada Polres Sikka untuk segera menetapkan tersangka atas kasus dugaan TPPO yang menewaskan warga asal desa Hoder tersebut.

Baca Juga: Nahas! Pelajar di TTU Tewas Tenggelam di Objek Wisata Kolam Renang Oeluan, Begini Kronologinya

"Saya Ketua PMKRI atas nama pengurus, dewan pimpinan cabang, dan seluruh anggota PMKRI memberikan ultimatum bahwa paling lambat tiga hari harus ada penetapan tersangka," tandas dia.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah