Pilkada Sikka 2024: Yanes Mekeng Dapat Mandat dari PSI Maju Jadi Cawabup, Bakal Dobrak Kepemimpinan Gaya Lama

- 17 Mei 2024, 21:48 WIB
Ketua DPD PSI Kabupaten Sikka, Mathias Marinus Yanes Mekeng, menerima mandat dari DPP PSI untuk bertarung di Pilkada Sikka 2024 sebagai bakal calon bupati.
Ketua DPD PSI Kabupaten Sikka, Mathias Marinus Yanes Mekeng, menerima mandat dari DPP PSI untuk bertarung di Pilkada Sikka 2024 sebagai bakal calon bupati. /Dok. Ist./Ho-FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Mathias Marinus Yanes Mekeng, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sikka, telah menerima mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sikka tahun 2024. Dengan kepercayaan ini, Yanes Mekeng siap bertarung sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) Sikka.

Setelah menerima mandat, Yanes Mekeng segera mengambil langkah konkret dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati ke beberapa partai politik besar di Indonesia.

Partai-partai yang sudah dijajaki oleh Yanes Mekeng antara lain Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ia juga berencana untuk mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik lainnya dalam waktu dekat.

Dalam pernyataannya kepada media, Yanes Mekeng menjelaskan motivasi utamanya untuk maju dalam Pilkada Sikka 2024. Salah satu alasan yang ditekankan adalah keinginannya untuk mendobrak kepemimpinan gaya lama yang menurutnya sudah saatnya digantikan dengan model kepemimpinan yang lebih modern dan terbuka.

Yanes Mekeng menyoroti pentingnya peralihan dari kepemimpinan yang bersifat top-down menjadi kepemimpinan yang lebih transparan dan responsif terhadap inovasi dan perubahan.

"Mendobrak kepemimpinan gaya lama itu artinya mengubah kepemimpinan yang top-down menjadi kepemimpinan yang lebih terbuka dan transparan terhadap hal-hal baru," ujarnya.

Peran Generasi Muda dalam Kepemimpinan

Salah satu poin penting yang diangkat oleh Yanes Mekeng adalah peran besar generasi muda dalam politik dan pemerintahan. Menurut data demografis, penduduk Indonesia dengan rentang usia 19-40 tahun mencapai hampir setengah dari total populasi.

Kondisi ini, menurut Yanes Mekeng, merupakan alasan kuat mengapa sudah saatnya generasi muda mengambil alih tongkat kepemimpinan.

Yanes Mekeng berpendapat, pemimpin muda akan membawa perspektif baru yang dibutuhkan untuk memajukan daerah dan menjawab tantangan zaman.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah