Tim Gabungan Polres Sikka Amankan 19 Orang Calon Pekerja Ilegal Tujuan Kalimantan, Plus Satu Calo Perekrut

- 21 Mei 2024, 09:18 WIB
Para calon tenaga kerja ilegal yang diamankan di Mapolres Sikka pada Minggu, (19/05/2024) malam.
Para calon tenaga kerja ilegal yang diamankan di Mapolres Sikka pada Minggu, (19/05/2024) malam. /Dok. Humas Polres Sikka

FLORESTERKINI.com – Tim Gabungan Polres Sikka yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Jumpatua Simanjorang, bersama Kasat Intelkam Polres Sikka IPTU Suparjo, dan KBO Sat Sat Reskrim IPDA Sang Nyoman Parwata, Unit Sosbud Sat Intelkam dan Unit Tipiter, melakukan pencegahan terhadap keberangkatan 19 orang calon pekerja non prosedural yang hendak diberangkatkan ke Kalimantan.

Kronologi Aksi Pencegahan oleh Polres Sikka

Pencegahan itu dilaksanakan di rumah seorang bapak berinisial SE, yang beralamat di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provins Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 19 Mei 2024, pukul 21.00 WITA.

Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata, melalui Kasie Humas Polres Sikka AKP Susanto, menggambarkan gerak cepat Tim Gabungan Polres Sikka itu dalam mencegah keberangkatan 19 orang calon tenaga kerja ilegal tersebut.

Dijelaskan Susanto, pada pukul 20.00 WITA (Minggu malam), tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Jumpatua Simanjorang, terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi diruang Sat Intelkam, terkait upaya atau tindakan kepolisian untuk melakukan pencegahan terhadap keberangkatan para calon pekerja non prosedural itu, sesuai informasi yang telah diperoleh dari masyarakat.

Usai rapat, tim gabungan bergerak menuju TKP di Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, untuk melakukan pencegahan sesuai informasi yang telah diperoleh. Pada pukul 21.15 WITA, tim gabungan melakukan monitoring pulbaket di seputaran TKP, dan berhasil memasuki rumah yang diduga sebagai tempat penampungan. Para petugas pun akhirnya mengamankan 16 orang orang dewasa dan 3 orang anak asal Kabupaten Lembata, yang sudah siap diberangkatkan ke Kalimantan.

Selanjutnya, pada pukul 23.00 WITA, tim mengamankan dan membawa para calon pekerja ilegal itu ke Polres Sikka dengan menggunakan satu unit mobil Dalmas, guna dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Identitas Calo dan Para Calon Tenaga Kerja Diungkap

Berdasarkan hasil pemeriksaan, akhirnya terungkap identitas calo perekrut dan para calon tenaga kerja non prosedural tersebut. Perekrut diketahui berinisial L (53), asal Desa Balatikon, Kecamatan Tulin Onsai, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Berikut identitas para calon pekerja:

  1. LA (27): asal Desa Nilanopo, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata
  2. AK (26): asal Desa Imumolong, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur
  3. PP (44): asal Desa Nilanopo, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata
  4. SB (28): asal Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah
  5. MM (29): asal Desa Klukengnuking, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur
  6. IL (27): asal Desa Aramengi, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata
  7. IB (41): asal Desa Nilanopo, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata
  8. KOL (54): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata
  9. AS (49): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  10. MC (28): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  11. KB (55): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  12. AM (57): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  13. HS (58): ada Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  14. PP (58): asal Desa Aramengi, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata
  15. NGK (43): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  16. MD (16): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  17. MB (15): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  18. MR (16): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata
  19. VH (45): asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata

Diiming-imingi Upah Memadai

Menurut keterangan dari salah seorang calon pekerja ilegal itu, meraka akan dipekerjakan oleh calo L di PT. Adindo Hutani Lestari, dengan upah borongan Rp900.000 per gektar dan ditanggung sembako berupa kopi, gula, beras, dan susu.

Sementara segala biaya akomodasi sampai dengan tempat tujuan akan ditanggung oleh PT. Adindo Hutani Lestari. Namun para calon pekerja ilegal itu sebagian besar belum mengetahui lokasi dan jenis pekerjaan, dikarenakan baru pertama kali mereka merantau ke Kalimantan.***

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah