Pilkada 2024: 37 Desa di Kabupaten Ende Tanpa Akses Internet, Bawaslu Desak KPU Koordinasi dengan Pemda

- 22 Mei 2024, 06:38 WIB
Ilustrasi Pilkada Ende 2024.
Ilustrasi Pilkada Ende 2024. /Tanjungpinang.Pikiran-Rakyat/Dok KPU

FLORESTERKINI.com – Di Kabupaten Ende, sebanyak 37 desa masih belum memiliki akses jaringan internet. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait pelaksanaan Pilkada yang memerlukan dukungan teknologi informasi. Oleh karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ende mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Ende guna mengatasi permasalahan ini.

Urgensi Koordinasi untuk Pilkada

Ketua Bawaslu Ende, Basilius Wena, pada Senin, 20 Mei 2024, menyatakan bahwa koordinasi ini sangat penting. Pilkada adalah program strategis nasional yang memerlukan dukungan penuh dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Ende, Basilius Wena, Senin, 20 Mei 2024 di ruang kerjanya.

"Langkah koordinasi perlu dilakukan agar jaringan internet tersedia sebelum pelaksanaan pemilihan. Setidaknya, harus ada upaya untuk memastikan informasi bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui media sosial. Tanpa akses internet, ini akan sulit terwujud," ujarnya, Selasa, 21 Mei 2024.

Selain itu, Basilius menambahkan bahwa proses penyelenggaraan Pilkada saat ini sangat bergantung pada aplikasi-aplikasi yang membutuhkan akses internet. "Jika di wilayah-wilayah tersebut tidak ada internet, akan sulit menjalankan tugas penyelenggara. Maka dari itu, koordinasi intensif sangat diperlukan sebelum hari penyelenggaraan," jelas Basilius.

Ia juga menekankan bahwa suksesnya Pilkada 2024 di Kabupaten Ende adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, bukan hanya KPU dan Bawaslu. Semua lapisan masyarakat Kabupaten Ende bersama pemerintah harus bekerja sama untuk menyukseskan acara ini.

37 Desa Blank Spot di Kabupaten Ende

Ketua Bawaslu Ende, Basilius Wena.//
Ketua Bawaslu Ende, Basilius Wena.// Dok. Ist./Ho-FLORESTERKINI.com

Sebanyak 37 desa di Kabupaten Ende masuk dalam kategori blank spot, yang berarti tidak memiliki jaringan internet. Sementara itu, di ibu kota 21 kecamatan di Kabupaten Ende sudah ada akses jaringan internet baik dari provider maupun BTS (Base Transceiver Station) yang dibangun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Hampir di semua ibu kota kecamatan di Ende ini sudah terakses internet. Namun, desa-desa masih banyak yang belum. Dari 255 desa di Ende, pada tahun 2021, Bakti Kemenkominfo sudah membangun sekitar 60 BTS," jelas Maria Yasinta Wonga Sare, S.T., M.Sc., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ende, pada Selasa, 14 Mei 2024.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah