Disnakertrans Sikka Gandeng PT DWK, Berangkatkan Belasan Tenaga Kerja Asal Sikka ke Kalimantan

- 22 Mei 2024, 06:52 WIB
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka, Valerianus Samador (kanan), bersama Manajer Kebun PT DWK, Agus Subiantoro (kiri).
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka, Valerianus Samador (kanan), bersama Manajer Kebun PT DWK, Agus Subiantoro (kiri). /Roswita Irma/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sikka kembali mengirimkan 19 tenaga kerja ke Kalimantan Tengah melalui jalur resmi dengan menggandeng PT Dwie Warna Karya (DWK). Sebanyak 17 laki-laki dan 2 perempuan dari Kabupaten Sikka siap bekerja di perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT DWK.

Kerjasama dengan Perusahaan Resmi

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka, Valerianus Samador, menjelaskan bahwa PT DWK adalah perusahaan resmi yang memiliki dokumen Surat Perekrutan (SPR). Dalam proses seleksi ini, Disnakertrans Sikka memastikan semua persyaratan administrasi terpenuhi.

"Saya sudah berkoordinasi dengan rekan di provinsi yang mengirimkan data perusahaan ini, dan mereka telah memiliki SPR," kata Valerianus setelah seremonial pelepasan tenaga kerja, Selasa, 21 Mei 2024.

Valerianus menambahkan bahwa proses pengiriman tenaga kerja ini melibatkan sosialisasi, seleksi ketat, dan penyediaan akomodasi. "Kami melalui proses yang mencakup pencarian kapal yang rutenya melewati Kalimantan Tengah," tambahnya.

Ia menerangkan, seleksi dilakukan dengan ketat, memperhatikan batas usia calon pekerja antara 18 hingga 45 tahun. Setelah lolos seleksi, calon pekerja akan melengkapi dokumen pemberkasan.

Pengalaman Perekrutan Sebelumnya

Agus Subiantoro, Manager Kebun PT DWK, menyebutkan bahwa ini adalah kali kedua mereka merekrut tenaga kerja dari Kabupaten Sikka. "Kami pernah merekrut tenaga kerja dari Kabupaten Sikka pada tahun 2023 dengan mengikuti semua prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah," ujar Agus.

Agus menjelaskan bahwa upah untuk tenaga kerja disesuaikan dengan kategori pekerjaan masing-masing, baik sebagai perawat maupun pemanen. "Untuk perawat, upah biasanya setara dengan UMR, sekitar 3 jutaan rupiah. Sedangkan pemanen, tergantung kemampuan dan hasil kerjanya, bisa mencapai 5 hingga 6 juta rupiah," jelas Agus.

Selain upah, PT DWK juga menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi para pekerja. "Kami memberikan perumahan berupa barak kayu untuk karyawan baru, dengan fasilitas air untuk mandi dan mencuci. Untuk kebutuhan air minum, tersedia depot air di koperasi dengan harga terjangkau, yaitu Rp2.500 per galon," tambahnya.

Agus menekankan bahwa seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh perusahaan tanpa ada tambahan biaya bagi para calon pekerja. Semua ini dilakukan untuk memastikan tenaga kerja dari Kabupaten Sikka merasa nyaman dan fokus pada pekerjaan mereka di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah