Cegah Kenaikan Harga Beras Akibat Kelangkaan Jelang Lebaran, Bulog: Semua Ritel Sudah Kami Isi

- 3 April 2024, 19:58 WIB
Ilustrasi harga beras.
Ilustrasi harga beras. /Syahrial /Oke Tebo

FLORESTERKINI.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) terus berupaya untuk menjaga stabilitas dan mencegah kenaikan harga beras menjelang hari raya Idul Fitri 2024 atau 1445 Hijriah.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Khrisnamurti mengatakan, salah satu langkah upaya yang dilakukan untuk mencegah kenaikan akibat kelangkaan beras adalah dengan memastikan ketersediaan beras di semua ritel milik Bulog tetap ada.

“Seluruh ritel kami sudah kami isi, sekarang lebih mudah mendapatkan beras. Di pasar tradisional juga tersedia, di gudang-gudang juga tersedia,” ujar Bayu di Jakarta, Selasa, 2 April 2024.

Baca Juga: Kantongi Bukti-bukti Valid, TPDI NTT Desak Polres Sikka Segera Tangkap YS, Terduga Pelaku TPPO

Menurut Bayu, upaya menjaga stok beras agar tetap ada baik di ritel maupun pasar tradisional penting dilakukan guna mengantisipasi tingkat konsumsi yang tinggi selama Lebaran.

Tingginya tingkat konsumsi beras menjelang dan selama Lebaran, kata dia, tentu saja berpengaruh pada keberadaan beras yang semakin langka di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, Bulog sudah memiliki persiapan terbaik sehingga resiko kenaikan harga akibat kelangkaan bisa dicegah.

Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan distribusi beras ke masing-masing ritel dan pasar tradisional jauh hari sebelum diterapkan pembatasan kendaraan di sejumlah ruas jalan tol. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terhambatnya distribusi akibat kemacetan selama aktivitas mudik berlangsung.

“Dari posisi gudang Bulog, (semua) sudah terisi,” kata dia.

Baca Juga: Trending Jelang Lebaran 2024, Begini Arti Hampers, Ternyata Ini Asal Muasalnya

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah memberikan tugas kepada Perum Bulog untuk mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat dengan target 1,2 juta penduduk di seluruh Indonesia. Adapun beras SPHP itu harus sampai ke tangan konsumen akhir dengan harga maksimal sebesar Rp53.000 per 5 kg.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya sudah merealisasikan penyaluran beras SPHP sebanyak lebih dari 550 ribu ton. Kebijakan penyaluran itu dilakukan secara optimal hingga sebelum masa panen raya berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo.

“Penyaluran juga dimasifkan termasuk di ritel-ritel modern untuk mengisi pasokan beras di masyarakat,” kata Arief.***

Editor: Ade Riberu

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah