Renungan Katolik Minggu 19 Mei 2024, Pesta Pentekosta: Tiga Tanda Nafas Tuhan yang Penuh Daya Cipta

- 18 Mei 2024, 15:22 WIB
Ilustrasi Renungan Katolik Hari Minggu.
Ilustrasi Renungan Katolik Hari Minggu. /Kolase Foto FLORESTERKINI.com/Pixabay

FLORESTERKINI.com – Berikut ini Renungan Katolik Minggu 19 Mei 2024, yang bertepatan dengan Pesta Pentekosta di tahun ini. Bacaan Kitab Suci yang menjadi sumber refleksi kita di hari nan istimewa ini adalah Kis. 2:1-11 (Bacaan Pertama), Gal. 5:16-25 (Bacaan Kedua), dan Yoh. 15:26-27; 16:12-15 (Injil).

Veni Sancte Spiritus! - "Datanglah Roh Kudus". Dalam amanat perpisahan di malam perjamuan terakhir, Yesus menjanjikan Roh Kudus yang disebut-Nya "Penghibur" dan "Roh Kebenaran", yang akan menuntun kita kepada seluruh kebenaran yang diajarkan Kristus. Dengan itu kita dimampukan menjadi saksi-Nya di tengah dunia.

Apa yang dijanjikan itu sudah terpenuhi pertama kali pada malam sesudah kebangkitan. Yesus menampakkan diri kepada para murid dan memberikan "damai sejahtera". Lalu Ia menghembuskan nafas hidup baru atas mereka dan berkata: "TERIMALAH ROH KUDUS".

Baca Juga: Isi BBM Bersubsidi di Kapal Phinisi, 2 Warga Manggarai Barat Dibekuk Polairud Polda NTT

Nafas Tuhan itu lembut dan halus, tapi penuh daya cipta, yang menjadi sumber kekuatan kita. Nafas Tuhan yang penuh daya cipta itu dipermaklumkan secara dahsyat dan menakjubkan pada Hari Pentekosta dalam tiga tanda besar berikut.

Pertama, deru badai yang tidak menghancurkan tetapi menghidupkan, meniupkan musim baru ke tengah semesta, dan melahirkan Gereja, Umat Allah. Karena itulah St. Arnoldus Janssen menyebut Roh Kudus sebagai "musim semi abadi", yang senantiasa melahirkan tunas-tunas hidup baru dan memekarkan kekudusan di tengah umat beriman.

Tanda kedua, nyala api yang tidak menghanguskan, tapi menerangi akal budi, menghangatkan dan memurnikan hati, karena inilah nyala kehadiran Ilahi yang pernah dilihat Musa dalam belukar duri yang menyala tapi tidak terbakar.

Tanda ketiga, pewartaan Kabar Gembira oleh para rasul didengar dalam aneka bahasa yang tidak mengacaukan tapi menyatukan, karena Roh Kudus adalah Roh Cinta Ilahi yang menyatukan umat manusia yang tercerai berai dalam Kasih-Nya. "Bahasa satu-satunya yang dimengerti umat manusia dari segala bangsa ialah bahasa cinta kasih," kata St. Yosef Freinademetz.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Mautapaga-Ende, Enam Penghuni Sedang Beribadah Rosario

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah