Kritik Pedas Terkait Isu Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung: Itu untuk Ngerampok , Bukan Memperbaiki

21 April 2021, 15:58 WIB
Pengamat politik, Rocky Gerung. /Tangkapan layar YouTube Rocky Gerung Official/

FLORES TERKINI - Pengamat politik, Rocky Gerung, mengutarakan penilaiannya terkait isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang kabarnya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Rocky Gerung, reshuffle kabinet sepertinya tak ada urgensinya apa-apa. Ia bahkan mempertanyakan sebetulnya apa yang hendak direshuffle oleh Jokowi.

"Sekarang kita masuk ke dalam public opinion, agenda reshuffle itu penting untuk mendapatkan kesegaran. Tapi ‘kan ini reshuffle di dalam situasi di mana tidak ada harapan, jadi apa yang mau di-reshuffle sebetulnya," kata Rocky sebagaimana dikutip dari video yang diunggah di kanal Youtube Rocky Gerung Official.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 22 April 2021: Aries Tebarkan Humor, Taurus Jaga Rahasia Pribadimu

Rocky Gerung menilai tak ada artinya apa-apa reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi nanti, pasalnya reshuffle tersebut tak akan berdampak pada kinerja atau prestasi pemerintah.

"Seolah-olah kalau ada reshuffle akan ada prestasi, lho kan seluruh parameter untuk menentukan reshuffle itu cuma dua, dia mampu atau ada dukungan partai," ujarnya.

Bagi Rocky Gerung, reshuffle kabinet tersebut justru mereka ajang bagi partai politik untuk menempatkan orang-orang mereka yang ujung-ujungnya bukan memperbaiki, tapi merampok negara.

Baca Juga: Ramalan Cinta Zodiak Taurus Kamis 22 April 2021: Main Bocor-bocoran dengan Orang yang Salah

"Semua partai berupaya untuk taruh orang, dalam upaya untuk ngerampok terakhir, bukan untuk memperbaiki Indonesia," bebernya.

"Jadi sebetulnya hiruk-pikuk ini adalah hiruk-pikuk dalam orkestrasi yang tidak ada penonton. Penontonnya menganggap ini ‘kan orkes yang rusak, partiturnya ga jelas, mungkin pakai kunci G tapi tuts piano nya rusak. Jadi seluruh orkestrasi ini hanya untuk menghalangi orang berpikir soal 2024 sambil mempersiapkan," katanya lagi.

Rocky Gerung menilai reshuffle kabinet tersebut bukan sesuatu yang substansial, pasalnya yang terjadi justru praktik ganti-ganti posisi, bukan ganti kebijakan.

"Kan ini cuma ganti-ganti posisi, bukan ganti kebijakan. Padahal yang diperlukan adalah ganti kebijakan," tegasnya.***

Editor: Ade Riberu

Tags

Terkini

Terpopuler