Audiensi Bareng Kapolres Sikka Jelang Pilkada 2024, DPC PMKRI Maumere Sodorkan 5 Catatan Kritis

- 28 Maret 2024, 21:38 WIB
DPC PMKRI Maumere berpose bersama Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata pasca audiensi.
DPC PMKRI Maumere berpose bersama Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata pasca audiensi. /Dok. Kornel Wuli

FLORESTERKINI.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere menggelar audiensi bersama Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kepolisian Resor Sikka belum lama ini tersebut dalam rangka menjalin tali silaturahmi antara PMKRI dengan pihak kepolisian, guna terciptanya suasana yang humanis dan harmonis, apalagi menjelang Pilkada 2024 mendatang.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Kornelis Wuli, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Polres Sikka karena telah membuka ruang dialog dan komunikasi lintas institusi.

Baca Juga: Siaga SAR Khusus Semana Santa 2024, Basarnas Maumere Kerahkan 19 Personel

"Atas nama DPC PMKRI Maumere, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres karena telah meluangkan waktu untuk membuka ruang komunikasi dan dialog bersama kami,” kata Kornel, sapaan akrabnya.

Ia mengaku, dirinya dan segenap pengurus dan anggota DPC PMKRI Maumere periode 2024/2025 mendukung kerja-kerja kepolisian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab secara fungsional.

Selain itu, Kornel Wuli juga menyampaikan beberapa masukan serta catatan kritis kepada Polres Sikka. Pertama, PMKRI mengajak kolaborasi dan kerja sama dengan pihak Polres Sikka mengenai pengamanan Pilkada 2024.

Baca Juga: Renungan Katolik Perayaan Kamis Putih 28 Maret 2024: Merayakan Perjamuan Tuhan

Menurutnya pilkada juga merupakan salah satu momen yang sangat penuh dengan muatan kepentingan politik. Hal itu jugalah yang menjadi perhatian PMKRI Maumere, sembari mengajak kerja sama dengan pihak Polres Sikka agar terciptanya pilkada yang jujur, adil, dan damai.

"Dalam perhelatan Pilkada 2024 ini, tentunya kepolisian memiliki tugas dan fungsinya dalam pengamanan dan ketertiban. Kita mengharapkan adanya ikhtiar baik maupun kerja dari pihak kepolisian, agar perhelatan pesta demokrasi yang akan digelar nantinya berjalan secara jujur dan adil,” ujarnya.

Kedua, PMKRI Maumere mempertanyakan sudah sejauh mana tahapan dan proses penyelesaian laporan kasus ancaman dan pencemaran nama baik terhadap tokoh Gereja Katolik. Menurut Kornel, penanganan yang berlarut-larut atas masalah ini berpotensi memicu terjadinya konflik horisontal yang bisa merugikan semua pihak.

Baca Juga: Simak Keseruan GTV Jumat 29 Maret 2024: Big Movies Platinum, SpongeBob, dan Petualangan Epik Candyland Nobita

"Kita mengharapkan kasus ini dapat diselesaikan lewat prosedural hukum yang berlaku, juga jangan lagi ada perkembangan isu provokatif yang bermuara pada terjadinya konflik baru di masyarakat. Hak untuk hidup dan bebas dari segala bentuk ancaman merupakan hal mutlak yang harus dihormati semua orang,” terangnya.

Suasana saat audiensi antara PMKRI Maumere bersama Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata di lobi Mapolres Sikka.//
Suasana saat audiensi antara PMKRI Maumere bersama Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata di lobi Mapolres Sikka.// Dok. Kornel Wuli

Menanggapi hal itu, Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata menyatakan, tahapan dan proses sudah dilakukan oleh pihak kepolisian dengan melakukan gelar perkara, hanya perlu penambahan informasi untuk diproses lebih lanjut.

Ketiga, PMKRI meminta polres Sikka untuk bisa meningkatkan operasi ketertiban dan keamanan masyarakat pada malam hari, mengingat banyak kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sikka kerap kali terjadi pada malam hari.

Baca Juga: Kegaduhan Getzemani Hadir Nyata di Semana Santa 2024 Larantuka, Persiapan Prosesi Sesta Vera Rampung

Keempat, PMKRI Cabang Maumere secara organisatoris meminta Polres Sikka untuk memperhatikan kasus tindak perdagangan orang, mengingat di NTT sendiri merupakan salah satu provinsi dengan kasus perdagangan orang terbanyak di Indonesia.

Kelima, PMKRI mendesak agar pihak kepolisian segera menyelesaikan kasus pengadaan ayam KUB yang hingga kini belum menunjukkan titik terang.

Untuk informasi, kasus ini sudah lebih dari satu tahun tiga bulan ditangani oleh pihak Polres Sikka, namun hingga saat ini belum diselesaikan secara hukum oleh kepolisian alias belum ada titik terangnya.

Baca Juga: Acara Spesial Trans TV Jumat, 29 Maret 2024: Dari Godzila hingga Underworld, Sensasi Tak Terlupakan!

"Kami meminta serta mendesak agar kasus ini harus ditindaklanjuti bahkan harus segera ditetapkan tersangka. PMKRI sebagai mitra kritis akan mengawal penyelesaian kasus-kasus yang terjadi di Nian Tana Sikka saat ini," tutur Kornel.

AKBP Hardi Dinata pun mengucapkan terima kasih kepada PMKRI atas perhatian dan kepedulian terhadap masalah-masalah yang terjadi di Kabupaten Sikka.

“Saya berharap adanya kolaborasi dan kerja sama dari pihak kepolisian dan PMKRI untuk sama-sama mengawal segala bentuk masalah yang terjadi dan menjadi mitra untuk meminimalisir terjadinya segala bentuk tindak kejahatan," ujarnya menanggapi lima catatan kritis PMKRI Maumere.***

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah