Terjebak Derasnya Air di Kali Liangawo, Sejumlah Siswa SD di Sikka Terpaksa Dipulangkan Warga

- 23 Februari 2022, 14:56 WIB
 Kondisi cuaca yang sangat ekstrim saat ini membuat kali penghubung yang bagi masyarakat setempat dinamakan kali Liangawo yang mana menghubungkan antara Desa Aibura dan Desa Wairbeler ini pun dialiri banjir yang sangat dahsyat.
Kondisi cuaca yang sangat ekstrim saat ini membuat kali penghubung yang bagi masyarakat setempat dinamakan kali Liangawo yang mana menghubungkan antara Desa Aibura dan Desa Wairbeler ini pun dialiri banjir yang sangat dahsyat. //Tangkap layar video milik Laurensius Liko.

FLORES TERKINI - Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Aibura Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, terpaksa dipulangkan warga setempat karena terjebak derasnya air yang mengalir di sebuah kali.

Kondisi cuaca yang sangat ekstrim saat ini membuat kali penghubung yang bagi masyarakat setempat dinamakan Kali Liangawo yang menghubungkan Desa Aibura dan Desa Wairbeler ini pun dialiri banjir yang sangat dahsyat.

Terlihat dari grup Facebook Forum Peduli Rakyat Sikka, yang diunggah pemilik akun dengan nama Laurensius Liko, sebuah video yang mana ada sejumlah siswa SD bersama kepala sekolah TKK terpaksa dipulangkan warga.

Baca Juga: Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, 2 Pemilik Akun FB Dilaporkan ke Polres Flotim

Salah satu siswa saat dipulangkan warga menangis histeris karena tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah.

Pemilik akun Facebook Laurensius Liko saat dihubungi media melalui sambungan seluler membenarkan peristiwa tersebut.

Laurensius Liko yang merupakan Ketua RT 001 Dusun Liangawo, Desa Aibura Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka itu mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari ini, Rabu, sekitar pukul 06.30 WITA.

Baca Juga: Tarif Jasa Peti Kemas Dinilai Mahal, Ombudsman NTT Desak Pemprov Segera Ambil Sikap

"Peristiwa itu terjadi pada hari ini sekitar pukul 06.30 WITA yang mana sejumlah siswa SDN Liangawo harus dipulangkan warga karena situasi banjir yang sangat besar," ujar Laurensius Liko.

Dijelaskannya juga, sejumlah siswa tersebut sedang mengenyam pendidikan di SDN Liangawo dan di sana ada sebuah tempat bagi masyarakat lokal dinamakan Wolomapa yang mana sejumlah siswa setiap hari harus melewati kali tersebut.

"Mereka setiap harinya harus melewati kali tersebut menuju ke sekolah, dan ketika hujan kadang mereka bisa lewat dengan bantuan warga, namun hari ini karena debet airnya cukup besar maka warga terpaksa meminta mereka untuk pulang," sambungnya.

Baca Juga: Pemkab Ende Siapkan Rp150 Juta dan 100 Sak Semen untuk Bantu Pembangunan Masjid Pertama di Ndori

Ketika disinggung mengenai perhatian pemerintah dalam hal pembangunan jembatan penghubung, dikatakannya juga bahwa soal akses jalan pemerintah desa sudah melakukan semenisasi untuk menghubungkan dua desa tersebut.

Namun terkait kali tersebut, hingga saat ini belum dibuatkan jembatan penghubung yang layak dipakai warga.

Laurensius Liko pun menambahkan, beberapa waktu lalu baik Bupati Sikka maupun beberapa anggota DPRD Sikka sudah turun untuk melakukan survei lokasi, namun hingga kini belum ada realisasinya.

Baca Juga: Dana Hasil Turnamen Ndori United Cup 2021 Siap Disumbangkan untuk Bangun Masjid Jami' Nurul Ikhsan

"Jalan penghubung dua desa sudah ada, buat semenisasi, cuma di kali itu belum dibuatkan jembatan. Beberapa waktu lalu, Bupati maupun beberapa anggota DPRD Sikka sudah pernah turun untuk survei di kali tersebut namun belum ada realisasinya," ungkapnya.

Laurensius Liko mengharapkan agar bisa secepatnya dibuatkan jembatan penghubung antara Desa Aibura dan Wairbeler untuk bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga, termasuk anak-anak sekolah.

"Kami mengharapkan agar pemerintah bisa secepatnya membangun kali ini, agar bisa dimanfaatkan oleh warga termasuk anak-anak sekolah," pungkasnya.***

Editor: Eto Kwuta


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah