Siaga Satu Saat Bumil Lahiran Dadakan, Ikuti Instruksi Ini Biar Ibu Aman, Bayi Selamat dan Sehat

- 23 Maret 2024, 15:39 WIB
Ilustrasi ibu melahirkan.
Ilustrasi ibu melahirkan. /Pexels

FLORESTERKINI.com – Kehadiran seorang bayi merupakan hal yang paling dinantikan oleh orang yang telah berumah tangga. Perasaan bahagia akan senantiasa mengiringi pasangan yang akan dikaruniai buah hati mereka.

Umumnya, pasangan suami-istri yang rutin melakukan pemeriksaan di masa kehamilan akan lebih sigap menghadapi proses kelahiran. Namun di sisi lain, kerap kelahiran terjadi di luar prakiraan atau bisa terjadi secara dadakan, sebagaimana halnya dua kasus yang baru saja terjadi di Kabupaten Flores Timur dan Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Nah, untuk lebih siaga dan sigap menghadapi waktu kelahiran sang buah hati, berikut FLORESTERKINI.com merangkum dari berbagai sumber 10 cara biar ibu aman, bayi sehat dan selamat di saat persalinan.

Baca Juga: Link Nonton Drama Thriller Mystery ‘Hide’ Sub Indo, Kisah tentang Pasutri yang Mendadak Berubah 360 Derajat

4 Kali Pemeriksaan Selama Masa Kehamilan

Dalam rentang masa kehamilan sembilan bulan, pasangan suami istri minimal melakukan pemeriksaan paling sedikit empat kali. Hal ini dilakukan agar pasutri mengetahui kesehatan bayi dalam kandungan.

Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan pada usia kandungan sebelum 3 bulan, usia kandungan 4-6 bulan, dan dua kali pemeriksaan pada usia kandungan 7-9 bulan.

Baca Juga: Dunia Otomotif Terguncang! Mercedes Benz Hadapi Masalah Serius dan Menarik 16.020 Mobil SUV dari Pasaran

Selalu Membawa dan Membaca Buku KIA

Buku ‘Kesehatan Ibu Anak’ (KIA) merupakan bacaan yang sangat penting bagi pasangan suami-istri, karena di dalamnya terdapat banyak informasi mengenai kesehatan ibu dan anak.

Mengenali Tanda-tanda Bahaya Kehamilan

Banyak hal yang menjadi semacam alarm akan adanya bahaya kehamilan persalinan dan nifas. Hal ini juga harus menjadi perhatian penting bagi suami-istri. Berikut tanda-tandanya.

Baca Juga: Renungan Katolik Minggu Palma 24 Maret 2024: Di Manakah Engkau Berdiri Ketika Ia Disalibkan?

  • Muntah terus dan tidak mau makan
  • demam tinggi, bengkak di bagian kaki tangan dan wajah, atau sakit kepala disertai kejang
  • janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya
  • pendarahan pada hamil muda dan hamil tua
  • air ketuban keluar sebelum waktunya
  • pendarahan lewat jalan lahir
  • tali pusar atau tangan bayi keluar dari jalan lahir
  • ibu mengalami kejang, tidak kuat mengejan
  • air ketuban keruh dan bau
  • ibu gelisah dan mengalami kesakitan yang hebat
  • demam lebih dari dua hari
  • payudara bengkak merah disertai rasa sakit
  • ibu terlihat sedih murung dan menangis tanpa sebab (depresi).

Jika muncul salah satu dari tanda-tanda di atas, segera hubungi bidan atau dokter dan rujuk ibu ke rumah sakit.

Baca Juga: Willy Dozan Kembali Menggebrak Dalam Film 7 Manusia Harimau di Bioskop Sahur: Jadwal ANTV Sabtu 23 Maret 2024

Rencanakan KB

Merencakan Keluarga Berencana (KB) yang akan digunakan setelah persalinan memiliki banyak manfaat sebagai berikut.

  • Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
  • meningkatkan kesehatan ibu
  • mengatur jarak kehamilan
  • meningkatkan kesehatan anak
  • meningkatkan kecukupan ASI
  • meningkatkan kesejahteraan keluarga
  • meningkatkan kebahagiaaan keluarga
  • mendukung penurunan angka kematian bayi.

Baca Juga: Usai Dirawat di RSUD Pasca Partus di Kapal Motor Basa Raya, Duo Ose Kembali ke Titehena Solor

Tindakan Lainnya

Selain beberapa hal sebagaimana yang sudah disebutkan, terdapat juga beberapa tindakan lainnya yang harus dilakukan untuk menjaga agar ibu hamil dalam kondisi aman, serta bayi senantiasa sehat. Berikut tindakan-tindakan dimaksud.

  • Istirahat cukup dan melakukan aktivitas fisik yang dianjurkan seperti halnya senam hamil
  • minum vitamin atau tablet tambah darah yang bisa didapatkan di Puskesmas secara gratis
  • makan makanan bergizi seimbang seperti buah buahan, sayur-sayuran dan susu untuk ibu hamil
  • merencankana persalinan di fasilitas kesehatan, misalnya Puskesmas dan klinik bersalin
  • menjaga kebersihan diri
  • engikuti kelas ibu hamil yang biasa di laksanakan di Puskesmas per tiga bulan sekali.

Itulah beberapa tips yang dibagikan agar ibu lahiran aman, bayi sehat dan selamat. Semoga bermanfaat!***

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah