Jalan ke Pulau Kura Rusak Total, 2 Siswi di Alor Ini Rela Dayung Sampan Setiap Hari ke Sekolah demi Cita-cita

- 28 Februari 2024, 15:38 WIB
Fitri dan Aisyah saat pulang sekolah menggunakan sampan dari Pelabuhan Baranusa menuju Desa Pulau Kura, Kabupaten Alor, NTT.
Fitri dan Aisyah saat pulang sekolah menggunakan sampan dari Pelabuhan Baranusa menuju Desa Pulau Kura, Kabupaten Alor, NTT. /Marsel Feka/FLORESTERKINI.com

FLORESTERKINI.com – Transportasi laut seperti kapal, perahu, atau sampan merupakan sarana penting bagi kehidupan masyarakat pada umumnya. Biasanya, ketiga sarana itu digunakan untuk mengangkut penumpang atau menangkap ikan, namun tidak bagi Fitri dan Aisyah, siswi asal Desa Pulau Kura, Kecamatan Pantar Barat, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sedang mengeyam pendidikan di SMAN Baranusa.

Bagi Fitri dan Aisyah, ketika masa depan dan cita-cita adalah segala-galanya, apapun bakal mereka lakukan demi menggapainya, termasuk jika harus mendayung sampan setiap hari menuju sekolah mereka. Bahkan, di tengah hujan-badai dan bahaya maut sekalipun, dua siswi itu menganggapnya bukan sebagai hambatan utama.

Setiap harinya, Fitri dan Aisyah mendayung sebuah sampan kecil berbahan kayu sebagai alat transportasi alternatif bagi keduanya untuk pergi dan pulang sekolah.

Baca Juga: Hasil Real Count KPU! 4 Parpol di Dapil Flotim 7 Berpeluang Kirim Wakilnya ke Bale Gelekat

Bermodalkan semangat yang tertanam di dalam jiwa keduanya, mereka tetap setia berangkat ke sekolah dengan sampan yang berukuran kurang lebih 3x2 meter itu. Semuanya demi menggapai cita-cita mereka.

Terpantau oleh awak media ketika KM Sabuk Nusantara 101 melabuhkan jangkarnya di tepian Pelabuhan Baranusa, Rabu, 28 Februari 2024, sekira pukul 14.25 WITA, Fitri dan Aisyah begitu bersemangat mendayung sampan mereka.

Tanpa mempedulikan derasnya arus dan kencangnya ombak, keduanya menempuh jarak kurang lebih sejauh 2 kilometer dari Desa Pulau Kura, sembari menyeberangi Pelabuhan Baranusa untuk pergi dan pulang dari sekolah mereka.

Baca Juga: Kenaikan Pangkat Istimewa Prabowo Dinilai sebagai Transaksi Politik, Jokowi: Ini Hal Biasa

Tocha (33), seorang karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Gunung Siron ketika diwawancara FLORESTERKINI.com di area Pelabuhan Baranusa, mengisahkan tentang alasan di balik penggunaan sampan oleh Fitri dan Aisyah.

Halaman:

Editor: Ade Riberu


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x