Gubernur VBL: Masyarakat NTT Bisa Buat Sampo dan Sabun dengan Aroma Kopi dan Coklat

17 April 2022, 08:24 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan saat menghadiri misa Perayaan Jumat Agung di Gereja Paroki St. Paulus, Jerebuu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Jumat (15/4/2022). /ANTARA/HO-Biro Humas Setda Provinsi NTT

FLORES TERKINI - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), mengatakan bahwa masyarakat NTT bisa membuat sampo dan sabun dengan berbagai rasa, seperti aroma kopi dan coklat.

"Kita harus bisa pakai barang kita sendiri. Ada kopi enak dan terkenal yang bisa kita hasilkan sendiri, ada sepatu, tas dan baju yang bisa kita tenun sendiri. Jika kita bisa buat semuanya sendiri maka kita akan sangat kaya. Kita disebut miskin karena banyak uang kita yang kita bawa ke luar daerah kita," kata Viktor Laiskodat, dikutip dari ANTARA.

Hal itu disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat guna memacu warga NTT agar terus mencintai produk-produk lokal di daerah dengan cara memanfaatkannya secara efektif agar perekonomian daerah bisa lebih mudah meningkat.

Baca Juga: Yakini Bambu sebagai Sumber Ekonomi Baru di NTT, Gubernur Viktor Laiskodat: Dunia Kini Sedang Berubah

"Kita punya segalanya di daerah ini, ada tenun yang bisa kita pakai setiap saat kita bekerja. Kita harus dorong produksi tenun kita sendiri dengan membeli dan memakai setiap hari," tegas VBL saat menghadiri misa Perayaan Jumat Agung di Gereja Paroki St. Paulus, Jerebuu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores.

Ia mengatakan, sangat penting memacu pertumbuhan ekonomi daerah dengan memanfaatkan segala potensi daerah dengan membuat dan membeli produk dalam daerah.

Menurutnya, Ngada memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi Ngada akan dengan mudah meningkat apabila konsisten untuk berani memanfaatkan potensi alam yang kaya dengan memproduksi dan membeli produk dalam daerah.

Baca Juga: Lowongan BUMN 2022! Lebih dari 50 Badan Usaha Milik Negeri Buka Loker untuk Lulusan Diploma, S1 dan S2

Ia pun mendorong masyarakat setempat untuk bisa mandiri dan mampu menciptakan produk sendiri serta mengurangi konsumsi barang-barang dari luar.

Viktor Laiskodat menyebutkan, sebagian besar barang-barang produk daerah sejatinya bisa diproduksi oleh masyarakat sendiri.

Baginya, industri kecil harus terus bertumbuh di NTT untuk terus meningkatkan pendapatan daerah dalam proses pembangunan perekonomian yang lebih baik ke depan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu, 17 April 2022 Aries, Taurus, dan Gemini: Perhatikan Kesehatan Anda

Untuk maksud itu, Viktor mengatakan akan terus berupaya agar industri masyarakat terus tumbuh meskipun masih dalam skala kecil, namun berpotensi untuk bisa berkembang lebih besar ke depan.

"Kita harus dukung agar meskipun tidak sempurna, nantinya dari yang tidak sempurna ini lama-kelamaan akan menjadi sempurna. Kita harus lakukan ini agar uang kita jangan sampai lagi keluar ke luar daerah," kata Viktor.

Sebagai contoh, Gubernur NTT menyentil kreativitas warga di Kabupaten Sikka yang mampu memproduksi mesin pengolah komoditi kelapa dan jagung di daerah itu.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu, 17 April 2022 Cancer, Leo, dan Virgo: Hidup Anda akan Berubah 180 Derajat

"Di Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka), saya melihat sendiri kemampuan masyarakat yang luar biasa membuat mesin parut kelapa dan mesin cacah batang jagung," ujar Viktor.

Gubernur telah melihat langsung produksi mesin parut kelapa dan pencacah batang jagung saat berkunjung ke Sikka dalam rangkaian kunjungan kerja di Pulau Flores dan Lembata.

Ia mengatakan, inovasi warga seperti ini sangat patut dicontohi sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pangan daerah NTT untuk kesejahteraan masyarakat sendiri.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2022: Berikut Ini Ketentuan Umum Lowongan Kerja 2022 yang Wajib Ditaati Pelamar

Di sisi lain, produksi mesin ini juga merupakan bagian dari produk lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat lokal sendiri dalam mendukung kegiatan pertanian.

"Kita harus mencintai produk lokal seperti ini dengan cara menggunakannya agar perekonomian daerah dapat bertumbuh dengan mudah," katanya.

Munculnya inovasi seperti ini, menurut dia, juga merupakan bagian dari harapan yang sejalan dengan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dijalankan pemerintah provinsi setempat.***

Editor: Ade Riberu

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler